Selamat datang di Dunia Aida

Aku Masih Kecil

Kamis, 10 Januari 20138komentar


Aku Masih Kecil

Aku masih putih
Aku ingin tetap bersih
Aku tak tau hitamnya dunia ini
Aku hanya ingin bermain dengan fantasy

Tulangku masih kecil
Ambiguku masih besar
Tak berfikirkah engkau tentang masa depanku?
Tak berdosakah engkau mencuri kepolosanku?

Tanda kasihmu bagai sembilu
Yang menghujam tajam dan menipu
Sayangmu bukalah madu
Tapi pahit seperti empedu

Jangan goda keluguanku
Jangan ambil impianku
Biarkan robot dan boneka yang menemaniku
Biarkan peri baik yang menjagaku.

I’m not kind girl, tapi satu hal yang membuat dada Aida merasa sesak adalah ketika melihat segala bentuk kedzoliman yang ada di dunia ini. Di penghujung tahun 2012, emosi kita seolah diaduk-aduk oleh berbagai maca berita yang disajikan oleh media massa. Entah, itu problem tentang korupsi, isyu kiamat, bahkan bencana-bencana yang terjadi di berbagai belahan dunia. Salah satu berita yang paling menyita perhatian Aida adalah masalah kasus kekerasan kepada anak yang berujung pada kekerasan dan pelecahan seksual.

Berdasarkan data yang media peroleh dari 2500 kasus keserasan kepada anak, 50% diantaranya adalah kekerasan seksual dan sekitar 80%-nya itu dialami oleh anak-anak dari kalangan keluarga menengah ke bawah (dok. Metro TV). It’s amazing. Cukup membuat bulu leher Aida berdiri. Rasa-rasanya banyak sekali monster yang akan menerkam generasi muda kita di Negara sendiri.

Pemerintah memang telah menyatakan akan melakukan serangkaian upaya-upaya guna menyelamatkan anak-anak bangsa dari ancaman kekerasan. Salah satunya adalah dengan memberikan kurikulum baru tentang pendidikan karakter yang akan diajarkan di bangku-banagku sekolah. Hal yang demikian ini disamapkan langsung oleh Menteri Pendidikan M.Nuh. Menurut belaiau, kita itu harus menanamkan rasa sayang kepada anak-anak, tapi sayang dalam artian yang baik dan sebenrnya. Diharapkan pula, dengan telah terciptanya rasa sayang ini nanti anak-anak akan merasa punya saving yang kuat, dan tumbuh sebagaimana mestinya.

Yah, Aida hanya bisa berharap rencana tersebut tidak hanya sekadae wacana saja. Masa anak-anak lazimnya penuh dengan keceriaan dan kesenagan. Keluguhan dan kepolosanya sangatlah sayang jika manfaankan untuk hal-hal yang tidak baik. Mereka masih mempunyai masa depan yang panjang, energi yang lebih dan pontensi yang luar biasa untuk menjadi sumber kehidupan kita nantinya. Dengan kata lain mereka adalah pewaris negri ini.

Biarkan mereka menikamti masa bahagia mereka dengan tenang. Beri mereka kasih sayang yang tulus. Semoga ke depan anak-anak Indonesia bisa hidup dengan baik tanpa merasa ketakutan dan kehilangan. Tak pantas dan sangat hina jika kita merebut hari-hari mereka dengan perlakuan yang keji dan kasar. Untukmu anak Indonesia, hang your idea in the sky, and don’t be side is really God always with us.
Share this article :

+ komentar + 8 komentar

11 Januari 2013 04.47

wah,,jackie chan nya beneran terjadi nie,,kalo kekerasanya berlaku bagi penulisnya sendiri,,,hehe

16 Januari 2013 12.53

hehehe . . . yang penting bukan aksi anonoh . . . . . :p

22 Januari 2013 08.46

semoga anak-anak Indonesia dapat berkembang dengan baik ya..., tanpa meninggalkan dunia keceriaannya...

19 Februari 2013 14.44

Sekarang malah banyak cerita pembunuhan bayi oleh ibu kandungnya sendiri. hiii ngeri akoh Kak.

19 Februari 2013 14.44

Amin.

19 Februari 2013 14.45

Mudah2an tidak terjadi lagi.

19 Februari 2013 14.47

Tapi, dunia itu nggak hitam dan putih lho, melainkan abu2.

13 Maret 2013 22.57

Butuh hati yang Ikhlas untuk mendidik dan mempersiapkan generasi bangsa. Sebelum itu kita harus mempersiapkan segala sesuatu tentunya, karena tantangan kedepan lebih banyak dan kompleks

Poskan Komentar

Google+ Badge

 
Support : Copyright © 2011. Dream Real - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Dream Real
Proudly powered by Blogger